Pemkab Kirim Anak Daerah Ikuti Tes Masuk Fakultas Kedokteran UII


Pemkab Kirim Anak Daerah Ikuti Tes Masuk Fakultas Kedokteran UII

batampos (anambas) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengirimkan tiga anak daerah lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) terbaik untuk mengikuti tes di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Ketiga anak tersebut yakni Muhammad Ramlan, lulusan SMA N 1 Siantan, Natal Martatilani dari SMA 1 Jemaja dan Gustina Rizki dari SMA 1 Palmatak.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Kepulauan Anambas Asiah, mengatakan, ketiga anak ini merupakan juara umum di sekolah mereka sehingga atas persetujuan kepala daerah mereka mendapatkan kesempatan untuk masuk UII.

Tes di UII tersebut dilaksanakan secara obyektif dan dilaksanakan dua tahapan. “Tanggal 10 Juli kemarin mereka dikirim ke Jogja. Tes pertama dilaksanakan pada 16 Juli besok, pengumuman hasil tes pada tanggal 19 Juli,” ungkap Asiah, kepada wartawan kamis (13/7)

Jika lulus tes pertama, maka dapat melanjutkan tes berikutnya yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli. Pengumuman tes kedua pada tanggal 24 juli, jika dinyatakan lulus, maka ketiga anak tersebut sudah dipastikan sudah masuk menjadi mahasiswa di UII. “Jika tidak lulus pada tes pertama, mereka dinyatakan gagal dan langsung dipulangkan,” ungkapnya.

Namun jika mereka menduduki ranking pertama pada hasil tes, maka mereka akan mendapatkan keringanan biaya kuliah persemester. Untuk peringkat satu sampai peringkat enam hasil tes tersebut, cukup membayar uang semester Rp175 juta. “Pembayaran tertinggi Rp225 juta per semester,” ungkapnya.

Kata Asiah, UII bisa saja menerima MoU dengan pemerintah daerah namun sistem penerimaan mahasiswa tetap melalui seleksi. Jika tidak lulus seleksi maka tetap tidak bisa masuk. “Jadi yang menentukan tetap anak itu sendiri,” ungkapnya lagi.

Asiah, menambahkan, jika mereka diterima di UII, maka harapan kepala daerah mereka bisa mengabdi di daerah sendiri. Mereka akan ditempatkan di tiga kecamatan besar yakni Kecamatan Siantan, Palmatak dan Jemaja. “Bila memungkinkan nantinya juga akan dilanjutkan dengan dokter spesialis,” tutupnya.

*Sumber : Batam Pos

0 Comments

Leave a comment