Tim Saber Pungli Anambas Adakan Sosialisasi Unit Pemberantas Pungli


Tim Saber Pungli Anambas Adakan Sosialisasi Unit Pemberantas Pungli

batampos (anambas) – Unit Pemberantas Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Kepulauan Anambas meminta kepada seluruh Sekolah di Kabupaten Kepulauan Anambas untuk tidak melaksanakan pengadaan buku dan pakaian siswa-siswi. Pasalnya kegiatan tersebut rawan terjadi pungli.

“Jadi sebelum ada aksi, kami terlebih dahulu melakukan sosialisasi. Apabila setelah ini ada laporan penyalahgunaan dan pungli dari masyarakat, maka kami tidak akan segan menindak,” ujar Wakapolres Kabupaten kepulauan Anambas Kompol Karyono, yang juga sebagai Ketua Pelaksana Satgas Pungli Anambas, Rabu (14/6).

Karyono menjelaskan, larangan pengadaan buku dan pakaian seragam siswa-siswi tersebut telah diatur oleh Permendikbud 75 tahun 2016. Bahkan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak dibenarkan memungut biaya.

“Jadi sudah jelas diatur oleh Undang-undang dan Peraturan Menteri. Kita harus taat kepada hukum. Adanya peraturan untuk memperkecil celah penyalahan wewenang. Ke depan, sekolah tidak ada lagi pengadaan buku dan pakaian seragam siswa,” tegasnya.

Kebijakan tersebut pun menjadi pertanyaan sebagian besar Kepala Sekolah, salah satunya Kepsek SD 007 Muntai, Siantan Tengah mengakui penyelenggara negara rawan akan penyalahan wewenang, namun tidak pungli. Menurutnya, pengadaan seragam untuk siswa-siswi merupakan langkah untuk membantu orangtua/wali murid. Pasalnya di Anambas tidak ada toko untuk membeli baju seragam, putih-merah, batik, baju pramuka dan baju kurung.

“Tentu untuk penambahan harga perbaju kami lakukan karena biaya transportasi ke Tanjungpinang. Karena di Anambas tidak ada yang menjual baju sekolah, batik, dan kurung serta baju olahraga,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kompol Karyono menerangkan, alangkah baiknya Kepsek hanya mempertemukan pihak ketiga langsung dengan orangtua/wali. Sehingga penyalahan wewenang dan pungli tidak terjadi.

*Sumber : Batam Pos

0 Comments

Leave a comment