86 Persen Nelayan Anambas Dijamin Asuransi


86 Persen Nelayan Anambas Dijamin Asuransi

Anambas (Batampos) – Mayoritas nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas sudah mendapatkan asuransi nelayan dari pemerintah pusat. Dari 2463 nelayan yang sudah memiliki kartu nelayan di Anambas, ada 2120 nelayan yang sudah memegang asuransi nelayan atau sekita 86 persen. Sehingga jika terjadi kecelakaan baik itu sedang bekerja dilaut atau tidak bekerja di laut, maka akan tetap mendapatkan santunan.

Besarannya berbeda-beda tergantung kondisi kecelakaan yang dialami nelayan. Nelayan akan mendapatkan santunan sebesar Rp200 juta ketika meninggal akibat kecelakaan saat melakukan penangkapan. Nelayan akan mendapatkan santunan maksimal Rp100 juta jika mengalami cacat tetap dan akan mendapatkan santunan maksimal sebesar Rp20 juta untuk biaya pengobatan.

Santunan kepada nelayan akibat selain melakukan penangkapan ikan, jika meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp160 juta, jika cacat tetap mendapatkan santunan maksimal Rp100 juta dan mendapatkan biaya pengobatan maksimal sebesar Rp20 juta.

“Nelayan kita juga sudah ada yang mendapatkan santunan akibat meninggal, tapi tidak sedang melaut, jadi mendapatkan santunan sebesar Rp160 juta seperti yang sudah diatur,” ungkap kepala Dinas Perikanan Pertanian dan pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Chatarina Erni Dwi Winarsih, kepada wartawan kamis (13/4) kemarin.

Karena asuransi ini bersifat nyata membantu nelayan, maka pihaknya mengimbau kepada seluruh nelayan khususnya pemegang asuransi nelayan ini agar tetap mentaati aturan yang berlaku seperti harus membayar premi asuransi sebesar Rp175 ribu per tahun.

“Untuk tahun pertama premi tersebut dibayar oleh pemerintah pusat tapi untuk tahun ini hingga berikutnya nelayan yang membayar premi itu,” ungkapnya lagi.

Dirinya mengimbau jangan sampai nelayan tidak membayar premi itu karena jika tidak membayar, maka kartu tersebut tidak akan berlaku lagi dan tidak akan dapat digunakan lagi. “Kartu asuransi ini jelas menjamin kehidupan nelayan, jangan sampai masyarakat khususnya nelayan pemegang kartu ini tidak membayar preminya,” tandasnya.

*Sumber : Batam Pos

0 Comments

Leave a comment