Mari Gunakan Uang Recehan


Mari Gunakan Uang Recehan

Anambas – Pemberlakukan Uang Recehan Rp100, Rp200 dan Rp500 di Anambas perlu dorongan dari beberapa pihak. Pasalnya saat ini seluruh masyarakat kabupaten Kepulauan Anambas baik itu pegawai Pemda, masyarakat maupun pedagang tidak pernah ada yang menggunakan uang recehan dan tidak mau menggunakan uang recehan tersebut. Padahal uang recehan juga merupakan alat pembayaran yang sah dan sudah diatur oleh Ungang-undang.

“Tidak bisa kalau hanya dimulai dari satu pihak, tapi semua pihak harus mau menggunakan uang recehan,” ungkap kepala kantor cabang Bank Riau Kepri Desrian kemarin.

Menurutnya dengan tidak berlakunya uang recehan ini tentunya menyebabkan naikknya harga suatu barang. Karena selalu ada pembulatan harga dan pembulatan harga itu selalu naik, bukan turun. Diumpamakan jika harga suatu barang adalah senilai Rp800 maka setelah ada pembulatan dipastikan akan menjadi Rp1000. Sehingga kecenderungan harga barang di Anambas akan terus meningkat.

“Untuk memberlakukan uang recehan itu dimulai dari pelaku yang terdiri dari semua masyarakat yang ada di Anambas termasuk pegawai, kalau semuanya sudah menerima, maka penggunaan uang recehan bisa berjalan,” ungkapnya lagi.

Jika sudah berjalan maka pihaknya siap untuk menyediakan uang recehan karena sebenarnya saat ini juga sudah ada di Anambas tinggal penggunaannya saja yang sedang ditunggu. 

*Sumber : Batam Pos

0 Comments

Leave a comment