Medco E&P Natuna Tumbuh Bersama Masyarakat Di Sekitar Wilayah Operasi


Medco E&P Natuna Tumbuh Bersama Masyarakat Di Sekitar Wilayah Operasi

Medco E&P Natuna Ltd. (MEPN) adalah salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Minyak dan Gas (migas) Indonesia yang mengelola wilayah kerja South Natuna Sea Block B di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Dalam beroperasi, MEPN turut mendorong percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) dan Kabupaten Kepulauan Natuna. 

Program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh MEPN di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah bagian dari strategi dukungan bisnis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat menuju tahap kemandirian ekonomi melalui peningkatan kapasitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur, dan sosial. 

Pengembangan program pendidikan baik di jalur formal maupun nonformal bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di KKA dan sudah berlangsung sejak tahun 1999. Sampai dengan tahun 2018, MEPN telah menggulirkan bantuan pendidikan kepada lebih dari 2.680 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk tahun ajaran 2017-2018, beasiswa diberikan kepada 39 mahasiswa/i jurusan kedokteran, bidang studi umum dan pariwisata.


Di samping itu, MEPN juga memiliki program pendidikan Sekolah Adiwiyata yang ditujukan untuk membangun sistem sekolah yang berwawasan lingkungan dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Tiga dari sekolah yang dibina berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata dari Kementrian Lingkungan Hidup tingkat propinsi.
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, MEPN membidani program ekonomi kerakyatan yang berbasis kelautan sesuai dengan potensi lokal. Program jangka panjang Balai Budi Daya Ikan (BBI) diinisiasi sejak tahun 2007 dan mencakup kegiatan peningkatan keterampilan budi daya dari teknis pemeliharaan benih, pendederan dan pembesaran, sampai manajemen usaha kelompok. Program ini diikuti oleh 125 nelayan dari 12 desa yang terhimpun dalam sebuah kelompok nelayan budi daya. Dari tahun 2013 hingga saat ini, BBI Anambas telah berhasil mensuplai 113.107 benih ikan Kerapu kepada nelayan lokal dengan total transaksi lebih dari Rp 2,9 miliar. 
Di tahun 2015, Perusahaan meluncurkan program pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) Karya Anambas Tumbuh Mandiri (KASTURI). Salah satu program yang dikemas dalam program KASTURI adalah Sentra Olahan “Kampung Bilis” yang dimulai pada tahun 2017. Melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan kepada 116 warga Desa Piabung, terdapat 20 nelayan dari 29 nelayan bagan yang sudah mampu mensuplai produk bilis premium, dengan peningkatan pendapatan sekitar 40%. Hal ini terjadi karena meningkatnya kemampuan mereka dalam mengelola hasil tangkapan ikan bilis, efisiensi biaya operasi, serta jangkauan pasar yang lebih luas. 
Di bidang infrastruktur, bekerja sama dengan KKKS lain di wilayah Kepulauan Riau, MEPN menyelenggarakan acara groundbreaking pembangunan Taman Terbuka Batu Lepe di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan pada bulan Maret 2018. Pembangunan taman seluas 695 m2 ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan pariwisata di daerah KKA dengan menghadirkan sebuah ikon tujuan wisata, dan dilaksanakan dengan metode swakelola. 
Program lain yang dilakukan bersama dengan KKKS lain di wilayah Kepulauan Riau adalah pembangunan pelantar rakyat di Desa Mekar Jaya, Bunguran dan di Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut. Selain untuk membantu keamanan transportasi masyarakat desa, pembangunan pelantar rakyat ini dimaksudkan juga sebagai tambatan kapal nelayan dan pelabuhan perintis.
Dalam bidang sosial, MEPN menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai wujud komitmen perusahaan yang berkelanjutan untuk menjadi rekan yang baik bagi masyarakat. Salah satu agenda tahunan MEPN di bulan suci Ramadan adalah acara Safari Ramadan. Acara ini terdiri dari kegiatan buka puasa dan salat tarawih bersama, ceramah agama, serta pembagian paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu. Pada penyelenggaraan Safari Ramadan 1439 Hijriah tahun 2018 ini, MEPN membagikan 1.650 paket sembako kepada tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna.
Setiap program yang diwujudkan merupakan hasil dari suatu proses komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan merupakan komitmen Perusahaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah kerja. 
“Sebagai tetangga dan mitra yang baik, kami ingin tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Untuk itu, kami terus melakukan berbagai upaya positif untuk bermitra dengan pemerintah daerah dalam memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat,” ucap Drajat Panjawi, Senior Manager Relations & Security Medco E&P Natuna Ltd. 
*Sumber : KejoraNews

0 Comments

Leave a comment