Nelayan Anambas Dapat Jaminan Kematian


Nelayan Anambas Dapat Jaminan Kematian

Anambas – Lebih dari 2000 nelayan dari Kabupaten Kepulauan Anambas mendapatkan jaminan asuransi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Nelayan akan mendapatkan santunan sebesar Rp200 juta ketika meninggal akibat kecelakaan saat melakukan penangkapan.

Nelayan akan mendapatkan santunan maksimal Rp100 juta jika mengalami cacat tetap dan akan mendapatkan santunan maksimal sebesar Rp20 juta untuk biaya pengobatan.

Santunan kepada nelayan akibat selain melakukan penangkapan ikan, jika meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp160 juta, jika cacat tetap mendapatkan santunan maksimal Rp100 juta dan mendapatkan biaya pengobatan maksimal sebesar Rp20 juta.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar, mengatakan saat ini pihaknya sudah membentuk kelompok kerja untuk membantu memfasilitasi dan menangani masalah pencairan asuransi ini.

“Kita sudah membentuk semacam pokja, jika ada nelayan yang akan mengurus administrasi pencairan santunan dari asuransi, maka bisa melapor langsung ke pokja tersebut. Pencairan melalui pokja kemudian baru disalurkan kepada yang bersangkutan,” ungkap Yunizar kepada wartawan Kamis (29/12) siang.

Caranya tidak sulit yang penting menyerahkan dokumen yang diperlukan seperti yang tertera dibelakang kartu asuransi itu. Mulai dari foto kopi asuransi, KTP ahli waris dan sebagainya.

“Syaratnya itu bisa diserahkan kepada pokja kemudian pokja yang urus semuanya,” jelasnya.

Yunizar menjelaskan, sebenarnya kuota untuk nelayan Anambas dari Kementerian dibatasi sebanyak 2000 nelayan saja. Namun demikian, yang mendaftarkan untuk mendapatkan asuransi tersebut melebihi kuota yakni sebanyak 2183 nelayan.

“Setelah diverifikasi, pusat mengeluarkan kartu asuransi sebanyak 2120 sementara itu 63 lainnya belum dikeluarkan,” ungkapnya.

Dari 2120 kartu asuransi tersebut 518 kartu sudah sampai di Anambas yang saat ini masih disimpan di Dinas Kelautan dan Perikanan. Dari 518 kartu itu, sebanyak 137 kartu milik nelayan asal kecamatan Siantan Selatan, 96 kartu untuk nelayan dari kecamatan Siantan Timur, untuk kecamatan Jemaja 194 kartu, Jemaja Timur 25 kartu, kecamatan Siantan 33 kartu, kecamatan Palmatak 33 kartu dan kecamatan Siantan Tengah masih belum dapat.

“Itu pembagian sementara dari 518 kartu yang sudah ada,” ungkapnya.

Sementara itu sisanya masih ada 1602 kartu lainnya yang saat ini belum tiba di Anambas.

“Serah terimanya sudah tapi belum tiba di Anambas, nanti kalau sudah sampai ke Anambas baru dibagikan secara serentak,”ungkapnya.

Yunizar menambahkan, untuk preminya, tahun pertama akan ditanggung oleh pihak kementerian dengan biaya sebesar Rp175 ribu per tahun.Setelah itu belum tahu apakah ditanggung masing-masing penerima kartu atau ditanggung pemerintah daerah.

“Tahun berikutnya belum ada arahan, apakah ditanggung sendiri atau dari pemda yang menanggung,” tutupnya.

*Sumber : Batam Pos

0 Comments

Leave a comment