Pemkab Akan Menerapkan Absen Sidik Jari (Fingerprint)


Pemkab Akan Menerapkan Absen Sidik Jari (Fingerprint)

ANAMBAS (HK) -  Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA)  dalam waktu dekat akan segera menerapkan absensi sidik jari (fingerprint-red).
Kepala BKPSDM, Linda Maryati mengatakan,  penerapan finger akan dilaksanakan di seluruh Kantor Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di daerah yang ada di Kabupaten termuda di Provinsi Kepri. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan disiplin aparatur dalam menjalankan tugas yang selama ini dinilai masih belum maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sesegera mungkin akan kita terapkan. Total alat yang akan kita adakan sebanyak 18 unit. Ini akan kita pasang diseluruh SKPD. Saat ini kita sedang survey model-model fingerprintnya. Ada yang menggunakan satu jari, dua bahkan lima jari. jadi pemilihan alat fingerprintnya nanti akan dipilih yang paling efektif," demikian disampaikan Linda Maryati, Senin (9/1).

Lebih jauh Mantan Kepala Dinas Perindagkop KKA  mengatakan, diterapkannya absensi sidik jari ini merupakan langkah maju Pemkab Anambas untuk meningkatkan disiplin pegawainya yang selama ini masih banyak dikeluhkan dari masyarakat.

"Berbagai carapun dilakukan aparataur agar absensinya bisa terisi penuh padahal mereka sering bolos ngantor. Mulai dari menitipkan absensi dengan teman hingga kong-kalikong dengan petugas yang mengabsen," bebernya.

Dengan diberlakunya absensi fingerprint tambah Linda nantinya, yang pasti mereka tidak bisa lagi titip menitip absensi. Karena, harus menggunakan sidik jari pegawai yang bersangkutan. "Absensi sidik jari ini berlaku bagi semua ASN dan tenaga honorer diseluruh SKPD Anambas,” bebernya.

Sayangnya ungkap Linda,  alat ini baru tersedia bagi SKPD saja. Sementara untuk tingkat kecamatan, kelurahan, UPT, puskesmas dan desa-desa  masih menerapkan sistem manual seperti biasa. "Tahun ini, SKPD dulu yang kita terapkan. Selanjutnya baru ketingkat Kecamatan, Kelurahan dan sebagainya," tuturnya.

Adanya wacana Pemkab Anambas akan menerapkan absensi sidik jari ini ternyata ditanggapi beragam oleh para ASN dan Tenaga Honorer. Ada diantara mereka yang setuju namun tidak sedikit juga yang tidak setuju.

"Sangat setuju. Biar yang sering bolos itu sadar akan tanggungjawabnya sebagai seorang aparatur," tutup salah satu pegawai Anambas yang enggan disebutkan namanya.

*Sumber : Haluan Kepri

0 Comments

Leave a comment