Saatnya Mata Dunia Menoleh Ke Anambas


Saatnya Mata Dunia Menoleh Ke Anambas

Batampos (Jemaja) – Anambas tiba-tiba ramai. Semua orang berbondong-bondong kemari. Mengunjungi kabupaten indah di ujung utara Indonesia.

Jalanan dan pelabuhan di Anambas sudah riuh sejak pagi. Dari cara bicaranya bukan penduduk asli. Sebagian datang dari Batam, Tanjungpinang, dan beberapa lagi dari luar daerah. Turis di beberapa sudut juga terlihat hilir-mudik. Kamis (11/5) kemarin adalah hari pembukaan Festival Padang Melang 2017.

Sejatinya, festival ini bukan kali pertama dilaksanakan. Sudah pernah dibuat tiga tahun silam. Namun sejak itu terhenti. Banyak kendala sehingga tidak dapat dilanjutkan. Namun 2017 ini festival ini dibangunkan dari tidur panjangnya. Dihidupkan sekaligus kembali menjadi denyut nadi bagi pembangunan wisata di Kabupaten Anambas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Anambas, Sahtiar menyebut festival ini sebagai daya ledak atau pemicu bangkitnya geliat pariwisata di daerahnya. Sebab itu, Pemkab Anambas bersama Dinas Pariwisata Kepulauan Riau dan juga Kementerian Pariwisata bersinergi menyiapkan festival yang dibuka kemarin ini.

“Festival Padang Melang digelar untuk menjadi trigger. Datangnya tamu pada perhelatan ini menjadi salah satu sarana promosi verbal. Mereka akan berbicara keluar, memberikan informasi ada tempat di Anambas yang layak dikunjungi,” kata Sahtiar kepada Batam Pos.

Karena ingin mencuri kesan dari publik luas, Anambas pun bersolek. Diperindah jalannya. Dihiasi sejumlah areanya. Bazar-bazar produk lokal didirikan. Permainan rakyat digelar. Hiburan akan berlangsung hingga akhir pekan depan. Sahtiar percaya, segala pengalaman dan kesan yang didapatkan para pelancong selama berakhir pekan di Anambas bersempena Festival Padang Melang akan menjadi pengalaman tak terlupakan.

“Pengalaman itu yang kelak akan diceritakan oleh banyak orang ketika kembali ke daerahnya masing-masing, bahwasanya Anambas itu memukau,” kata Sahtiar.

Produk kesenian Anambas tentu adalah yang terdepan pada festival ini. Bayangkan saja, Tari Gubang sebagai kesenian asli Anambas akan disajikan sebagai hiburan utama pada malam pembuka. Tak kurang akan ada seribu penari memainkan kesenian menggunakan topeng ini.

“Seluruhnya itu pelajar Letung. Jadi sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali menunjukkan kesenian, juga sejalan dengan upaya melestarikan,” kata

Sri Atliza, Staf Dinas Pariwisata Anambas.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar sangat yakin agenda ini akan memikat banyak wisatawan dimana agendanya digelar di pulau tropis terindah se-Asia versi CNN. Penilaiannya dilakukan dengan sangat detil. Dilakukan dengan melibatkan Herman Ho, managing editor Boath Asia 2012 dan Stuart McDonald yang merupakan pendiri dan editor travelfish.org.

Posisi Anambas berada di atas Koh Cang (Thailand), Langkawi (Malaysia), Teluk Halong (Vietnam), dan Similand Islands (Thailand). “Bahkan menurut Peter Michael Timmer, seorang berkebangsaan Amerika yang juga pemilik PT. Tembesu Development, Laguna Pulau Bawah adalah salah satu yang terbaik di dunia. Levelnya sekelas Bora-Bora di Tahiti,” ujar Buralimar.

Dua pengakuan dari CNN dan Peter Michael Timmer itu memang sangat beralasan. Pertama, coastal zone atau wisata bentang pantai Anambas sangat oke. Anambas memiliki banyak pulau dengan hamparan pasir putih yang indah. Kedua, under water atau wisata bawah laut yang menjadi obyek wisata selam atau diving dan snorkeling yang keren. Semua sudah kelas dunia. Bump Head Fish, Napoleon, beberapa jenis Manta, dan Whale Shark, ada di sana.

Dengan sejumlah fakta tadi, Buralimar mengaku sangat percaya diri bisa memukau ribuan wisatawan untuk menyaksikan Festival Padang Melang 2017. Apalagi, lokasi Anambas sangat strategis. Lokasinya yang menjorok ke utara arah Laut Cina Selatan, sangat dekat dengan Pahang dan Terengganu di Malaysia. Jika dibuat direct flight, Anambas juga dekat dengan Ho Chi Minh-Vietnam, Bangkok-Thailand, Kamboja, Laos, dan kota-kota di Semenanjung Malaysia. “Targetnya lima ribu wisatawan,” ucap Buralimar.

Buralimar menyatakan, hajatan festival ini tidak sekadar bertujuan menambah kunjungan wisatawan belaka. Namun, punya imbas positif di bidang lain yang berlangsung berkepanjangan

“Harapan kami lebih daripada itu. Anambas dengan segenap pesona alamnya diharapkan juga bisa menjadi pintu gerbang investasi kepariwisataan,” katanya.

Hal itu tentu diyakininya akan sangat mendukung iklim kepariwisataan Anambas dan Kepri secara luas. Pasalnya, kata Buralimar, selama ini seringkali pembangunan kepariwisataan itu terkendala pada akses dan fasilitas serta keterbatasan bantuan yang bisa diberikan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Karena itu yang dibutuhkan dan bisa dilakukan adalah dengan menggandeng pihak ketiga guna menanamkan modalnya di sejumlah destinasi wisata yang ada di Kepri. Semisal pembangunan resort, restoran, dan fasilitas bermain. Selebihnya, kata Buralimar, pemerintah bisa membantu membangun pelabuhan agar akses terbuka juga lebih menggencarkan promosi ke depannya.

“Itu harapan kami melalui gelaran Festival Padang Melang di Anambas. Karena sekarang sudah saatnya mata dunia menoleh ke Anambas,” tegasnya.

*Sumber : Batam Pos

0 Comments

Leave a comment