Nelayan Anambas Keluhkan Pukat Lonceng, Ini Reaksi Kapolsek Siantan Dengar Curhatan!

  • Monday, 06 November 2017

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Nelayan tradisional di Anambas mengeluhkan adanya aktivitas pukat lonceng d sekitar perairan Anambas.

Dalam dialog bersama Polsek Siantan di salahsatu kedai kopi di Tarempa, mereka meminta agar aktivitas menangkap ikan dengan cara tersebut untuk bisa ditertibkan.

Baca: Heboh! Pengakuan Eks Cakrabirawa Saat Harus Jemput Jenderal AH Yani, Ini Videonya!

Baca: Terungkap! Sakit Ginjal Parah, Ini Alasan Bung Karno Tolak Bantuan Warga Jatim dan KKO Pasca G30S!

Baca: Merinding! Teman Denis Kancil Unggah Kondisi TKP Kecelakaan, Netizen Malah Bahas Hal Mistis Ini!

Muslimin, Ketua Kelompok Nelayan Siantan mengatakan, dari informasi sesama nelayan, beberapa nelayan yang menggunakan metode ini untuk menangkap ikan ini, bahkan telah memodifikasi alat tangkap mereka agar tidak terjerat sanksi.

"Yang kami tahu, alat tangkap ini termasuk dilarang. Namun beberapa rekan nelayan menggunakannya. Informasi dari rekan-rekan nelayan, mereka sudah beralih menggunakan pukat ini sejak satu bulan terakhir," ujarnya Rabu (4/10/2017).

‎Ia menambahkan, nelayan yang menggunakan alat tangkap tersebut biasa beroperasi di sekitar Pulau Durai. Cara kerja pukat ini dilakukan dengan menurunkan jaring ke laut. Selanjutnya mengalihkan ikan ke arah jaring sambil memukul lonceng atau benda yang menghasilkan bunyi ‎nyaring sehingga membuat takut ikan.

Dalam satu kali jaring, nelayan yang menerapkan pola tangkap ini, biasa mendapat ikan hingga satu ton dengan beragam ukuran, mulai dari yang kecil hingga ukuran besar.

"‎Nelayan tradisional ini mengeluh karena berdampak pada hasil tangkapan mereka. Nelayan tradisional ini, biasa memancing pada malam hari. Sementara, nelayan yang beroperasi

menggunakan alat tradisional biasa beroperasi pada siang hari. Ini yang dikeluhkan oleh teman-teman nelayan," ungkapnya seraya mengatakan kalau persoalan ini telah sampai ke DPRD.

Kapolsek Siantan AKP Yudha Surya Wardana pun, aan berupaya untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat nelayan ini. Pihaknya juga berencana untuk menggandeng instansi terkait agar ada solusi terbaik dari pemecahan masalah ini.

"Kami akan berupaya agar masalah ini tidak berlarut-larut. Kami juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar, karena Pemerintah juga tengah memikirkan solusinya," ungkapnya.

Dalam silaturahmi tersebut, turut diberikan pemberianbaju Kaos lengan panjang kepada perwakilan nelayan. Pemberian baju tersebut, merupakan simbol Polrisebagai Mitra Polri. (*)

Sumber : Tribun Batam

Copyright © 2014. | Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Anambas. | All right reserved.