Dua Kecamatan Di Anambas Siap Dimekarkan

Dua Kecamatan Di Anambas Siap Dimekarkan

ANAMBAS (HK)- Dua kecamatan di Kabupaten Anambas yakni Palmatak dan Jemaja siap dimekarkan menjadi kecamatan baru. Hal ini terungkap saat Panitia  Khusus (Pansus) Pemekaran Kecamatan bertemu masyarakat di Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Palmatak. Pernyataan tersebut setelah Ketua Pansus H Dhannun meminta ketegasan Kecamatan Induk untuk melepaskan desanya membentuk kecamatan baru.

Seperti diketahui, Kecamatan Palmatak akan dimekarkan menjadi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kute Siantan dan Kecamatan Siantan Utara. Sedangkan Kecamatan Jemaja dimekarkan menjadi Kecamatan Jemaja Barat.

Sekretaris Kecamatan Jemaja Zulkarnain mewakili Camat Jemaja yang berhalangan hadir mengatakan, pihaknya ikhlas melepaskan tiga desa yakni Impol, Sunggak dan Keramut untuk membentuk kecamatan Jemaja Barat.

"Kita ikhlas melepaskan dan siap membantu dalam menyukseskannya mengingat rentang kendali yang memang sangat jauh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena memang harus menyeberang pulau," ungkap Zulkarnaen, Kamis (21/8).

Hal Senada juga disampaikan Raja Almidjan yang siap mendukung mekarnya dua kecamatan baru, yakni Kecamatan Palmatak sendiri akan dimekarkan menjadi tiga Kecamatan yakni Kecamatan Kute Siantan yang terdiri dari lima desa, yakni Desa Payak Laman, Payak Maram, Matak, Teluk Bayur, Batu Ampar. Sedangkan Siantan Utara terdiri dari Desa Bayat, Piasan dan Desa Mubur.

"Kami Mendukung bukan hanya 100 persen tapi 1000 Persen, karena langkah ini mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat," bebernya.

Dukungan masyarakat dalam menyukseskan pemekeran sangat luar biasa, bahkan dalam penentua ibu kota kecamatan sebagai pusat administrasi juga tidak ada persoalan. Tiap desa yang tergabung dalam pemekaran menyerahkan kepada pihak pemerintah dimana ibu kota kecamatannya.

Ketua Pansus Pemekaran H. Dhannun menyebut, jika Ranperda Pemekaran tiga kecamatan ini disahkan paling lambat awal Oktober. Bahkan setelah Pansus turun ke lapangan bertemu warga, maka akan memanggil pemerintah untuk melakukan rapat finalisasi pemekaran. 

"Kita akan panggil pemerintah untuk gelar rapat. Setelah itu menggelar rapat Bamus untuk menentukan disahkannya Ranperda Pemekaran Kecamatan menjadi Perda," kata Dhannun.

Kepada masyarakat, kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berpesan agar tidak ada riak-riak. Bahkan dengan tegas Dhannun meminta kepada masyarakat tidak ada yang berkunjung ke kediaman anggota Pansus hanya untuk menyampaikan persoalan terkait pemekaran. 

"Kami berkerja secara profesional dan siap menyelesaikan ini demi kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

*Sumber : Haluan Kepri

0 Comments

Leave a comment