Pengaturan THM Segera Ditindaklanjuti


Pengaturan THM Segera Ditindaklanjuti

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan menindaklanjuti pengaturan perizinan Tempat Hiburan Malam (THM) di sejumlah lokasi di Anambas. Sehingga, adanya undangan dari pihak Kecamatan Jemaja, maka pembahasan terkait hal itu segera di tindaklanjuti.

”Kami dari Pemda sebelumnya telah mewacanakan hal ini. Dengan telah adanya undangan ini, maka kita segera membahasnya terkait pengaturan THM di seluruh lokasi di Anambas,” kata Abdul Haris SH, Bupati Anambas ketika gelar pendapat dihadiri oleh sejumlah unsur masyarakat, Rabu (9/1) di aula Kantor Camat Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas.

Hari menyampaikan, THM bisa beroperasi jika sudah mengantongi perizinan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bagi THM yang tidak mengantongi izin, maka tidak dibenarkan beroperasi hingga izinnya dikeluarkan oleh Pemda setempat.

”THM yang dimaksud saya adalah tempat karaoke keluarga, dan tidak ada yang menyediakan minuman beralkohol (Mikol) dan sejenisnya. Tempat penjualan Mikol, sudah diatur sesuai Perda yang ada,” kata dia lagi.

Dalam rapat tersebut, di hadiri dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Asisten satu Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepala Dinas Disperindag, Kepala Inspektorat, Kepala Satpol-PP, Camat Jemaja, Kapolsek Jemaja, Dan Posal Jemaja, Anggota Koramil 04 Letung, Kades Se Kecamatan Jemaja, Tokoh masyarakat, Ketua LAM Jemaja dan sejumlah kaum ibu ibu yang menghadiri dalam rapat tersebut.

Sedangkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tingkat Kecamatan Jemaja Mudahir mengklarifikasi atas tudingan bahwa KNPI kecamatan tidak bergeming terkait maraknya THM yang ada di Jemaja.

Mudahir merasa kecewa dengan pernyataan itu dan mengatakan, bahwa keterangan dari seseorang sebelumnya tidak mengetahui secara detail persoalan yang terjadi di lapangan. ”Kami dari KNPI sudah berdiskusi dengan teman-teman pengurus tentang persoalan ini, tetapi ini adalah persoalan yang sudah lama dan sudah banyak diketahui oleh umum. Kami dari KNPI hanya memberikan saran dan tidak ingin timbul nya konflik sosial atas persoalan ini. Untuk itu, mari kita tawarkan solusi penertibannya mengacu pada aturan yang berlaku seperti diperiksa dulu masalah perizinan THM tersebut,” sebut dia.

Ia juga menambahkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam hal ini dan masih banyak pihak yang berkompeten seperti aparat keamanan yakni Satpol PP dan soal penindakan bukan pihaknya.

Maraknya kafe remang-remang di Kecamatan Jemaja, membuat resah sejumlah masyarakat.

Sehingga Pemerintah Daerah diminta untuk segera menertibkan atau melarang kafe beroperasi di dalam lingkungan masyarakat.

”Kami harapkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas agar segera menindaklanjuti atas usulan kami ini. Kami nilai, sejauh ini seakan terjadi pembiaran dan atau sudah resmikah warung remang-remang itu dalam perizinan,” kata Afiar, selaku Tokoh Pemuda Kecamatan Jemaja, Jumat (4/1) lalu.

Bahkan, Afiar menilai pada pemberitaan sebelumnya bahwa sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada diKecamatan Jemaja sudah tidak memiliki tata kerama lagi.

Ia heran, mengapa kafe yang beroperasi tidak jadwalnya operasinya tidak mengenal batas waktu mulai dari malam hingga ke siang hari.

”Saya sebagai anak tempatan merasa risau, dan saya juga khawatir akan berdampak negatif terhadap keluarga dan saudara mara saya. Kami bermohon sangat atas kepedulian dari Pemda untuk dapat menertibkan THM yang ada,” tutur dia beberapa hari lalu.

*Sumber : TanjungPinangPos


0 Comments

Leave a comment


sex geschichten - sex geschichten - sex stories - sex stories - xnxx - xnxx - xnxx - xnxx - porno - xhamster - xhamster - hd porno - hd sex - xvideos - xvideos - sex videos - xvideos - brazzers - sex geschichten - pornhub - redtube - sex geschichten - sex stories - xhamster - xnxx - xvideos - youporn - brazzers - brazzers - porno - porno - brazzers - youporn - brazzers - hd porno - xhamster - xnxx - xvideos - youporn - porno - xhamster - xnxx - xnxx - xnxx - xnxx - xvideos - youporn